<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095</id><updated>2011-07-30T08:24:27.756-07:00</updated><category term='Kehidupan'/><category term='IBROH'/><title type='text'>senandung dalam damai</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095.post-1166534420166736643</id><published>2010-10-23T21:53:00.000-07:00</published><updated>2011-01-14T16:48:53.666-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Allah tidak mengabulkan doa kita?</title><content type='html'>&lt;div&gt;Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Ia beri aku kaktus berduri…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku minta pada Allah binatang yang mungil dan cantik, Ia beri aku ulat berbulu…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku sedih, protes, kecewa, betapa tidak adilnya ini…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun kemudian…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kaktus itu berbunga indah, bahkan sangat indah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ulat itu tumbuh berubah menjadi kupu – kupu yang sangat cantik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadangkala Allah hilangkan sekejap matahari, kemudian Dia datangkan pula guruh dan petir, puas kita menangis mencari dimanakah matahari?? Ternyata Allah ingin hadiahkan kita pelangi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah jalan Allah, indah pada waktunya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Dia memberi apa yang kita perlukan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kalo kita meminta ikan paus, Allah kasih samudra dengan ombak yang besar...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kalo kita minta kekayaan, Allah kasih kemiskinan yang berat agar kita bisa kaya lewat usaha sendiri&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kalo kita minta jadi orang berhasil, Allah terus kasih Masalah agar kita bisa berhasil menyelesaikannya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang kita sedih, kecewa, terluka…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi jauh di atas segalanya, Dia sedang merajut sesuatu yang terbaik untuk kehidupan kita&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yakin saja sama Allah...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan berusaha.. jangan hanya berdo'a saja karena Allah hanya memberi fasalitas, kita yang memanfaatkan fasilitas tersebut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan ketika ada masalah janganlah berkata "Wahai Allah, Masalahku sangatlah Besar!!" tapi katakanlah "Wahai Masalah!!! Allah Itu Maha Besar!!!!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yakin saja sama Allah karena setiap masalah Insya Allah dapat diselesaikan jika kita mau bekerja&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan syukurilah apa yang kita punya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan menunggu bahagia baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka kita kan bahagia..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;" Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah:216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3609052828128123095-1166534420166736643?l=maspermana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/1166534420166736643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2010/10/mengapa-allah-tidak-mengabulkan-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/1166534420166736643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/1166534420166736643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2010/10/mengapa-allah-tidak-mengabulkan-doa.html' title='Mengapa Allah tidak mengabulkan doa kita?'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095.post-5868039977570592626</id><published>2009-11-14T06:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T16:50:22.038-08:00</updated><title type='text'>JURAIJ, AHLI IBADAH YANG SHOLIH</title><content type='html'>Dahulu di masa sebelum Rasulullah shollallahu’alahi wa sallam diutus, ada seorang ahli ibadah yang sholih di kalangan bani Isroil bernama Juraij. Ia memiliki sebuah rumah ibadah (shouma’ah) yang biasa dipakainya untuk beribadah.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ibunya dating memanggil,”Ya Juraij.” Ketika itu dia sedang sholat. Maka Juraij berkata,”Ya Rabbi, ibuku atau sholatku.” Maka dia melanjutkan sholatnya, sehingga pulanglah ibunya.&lt;br /&gt;Keesokan harinya ibunya dating kembali di saat juraij sedang sholat. Dan seperti sebelumnya Juraij tetap memilih sholatnya. Demikian pula ketika keeokan harinya untuk yang ketiga kalinya. Sang ibu memanggil, Juraij tidak menyambutnya lagi. Akhirnya marahlah sang ibu. Ia kemudian berdoa, “Ya Allah janganlah Engkau mewafatkannya sampai dia bertemu dengan perempuan pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Juraij memang terkenal sebagai seorang ahli ibadah di kalangan Bani Isroil. Hingga suatu saat ada seorang pelacur yang terkenal dengan kecantikannya berkata, “Jika kalian mau, aku dapat menggoda Juraij”&lt;br /&gt;Maka pergilah wanita tersebut ke rumah Juraij dan merayunya. Tetapi sedikitpun Juraij tidak mau melihatnya. Maka ia berzina dengan seorang penggembala yang tidak jauh dari rumah ibadah Juraij hingga dia pun hamil.&lt;br /&gt;Ketik anak yang dikndungya telah lahir, wanita pelacur tersebut berkata kepada orang-orang, “Ini adalah anak Juraij.”&lt;br /&gt;Orang-orang yang mendengarnya marah, dan segera ke rumah ibadah Juraij mereka menghancurkan rumah ibadah Juraij dan memukulinya, “Kenapa kalian melakukan ha ini?” Tanya Juraij&lt;br /&gt;Orang-orang menjawab, “Karena Engkau telah berzina dengan pelacur ini. Dia telah melahirkan anak darimu.”&lt;br /&gt;Juraij berkata,” Mana bayi itu?” Orang – orang lantas membawa bayi tersebut kepada Juraij. “Lepaskan aku, biarkan aku sholat dulu,” pinta Juraij.&lt;br /&gt;Selesai sholat Juraij mendekati bayi itu dan menekan perutya dengan jari sambil berkata, “Wahai bayi siapakah ayahmu?” Tiba-tiba bayi itu menjawab,”Fulan si penggembala.”&lt;br /&gt;Setelah mendengar keterangan bayi itu orang-orang menciu dan memeluk Juraij. Mereka ingin membangun kembli rumah ibadah Juraij dari emas, aka tetapi Juraij berkata,”Tidak usah, kembalikan saja seperti semula lagi.”&lt;br /&gt;Maka mereka segera membangun kembali rumah ibadah Juraij.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Hadist Abu Huroiroh riwayat Bukhori no. 3253 dan Muslim no. 2550&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3609052828128123095-5868039977570592626?l=maspermana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/5868039977570592626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/11/juraij-ahli-ibadah-yang-sholih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/5868039977570592626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/5868039977570592626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/11/juraij-ahli-ibadah-yang-sholih.html' title='JURAIJ, AHLI IBADAH YANG SHOLIH'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095.post-3998264545128614584</id><published>2009-11-14T06:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T16:51:08.037-08:00</updated><title type='text'>ONTA NABI SHOLIH ‘ALAIHISSALAM</title><content type='html'>Bangsa Tsamud merupakan bangsa ‘Ad generasi kedua. Mereka memiliki peternakan dan pertanian yang amat melimpah. Mereka sanggup merubah tanah menjadi istana yang indah. Gunung-gunung batu bisa mereka jadikan gedung-gedung yang indah. Akan tetapi mereka mengingkari bahwa semua itu adalah ni’mat dari Allah. Dan mereka beribadah kepada selain Allah.&lt;br /&gt;Lalu Allah mengutus seorang rosul dari saudara mereka sendiri, yaitu Nabi Sholih ‘alaihissalam. Mereka mengenali Nabi Sholih, tentang nasab dan kedudukannya. Mereka juga tahu keutamaan dan kesempurnaan Nabi Sholih ‘alaihissalam. Kejujuran dan sifat amanah beliau. Maka Nabi Sholih ‘alaihissalam menyeru kaumnya agar kembali kepada Allah dan memurnikan agama hanya untuk Allah. Dan agar meninggalkan semua yang mereka sembah selain Allah. Beliau mengingatkan kaum Tsamud akan ni’mat-ni’mat Allah akan tetapi tidak ada yang mengikutinya selain sedikit.&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ketika kaum Tsamud berkumpul di tempat pertemuan mereka datanglah Nabi Sholih ‘alaihissalam dan mengajak mereka ke jalan Allah. Ia mengingatkan, menyuruh berhti-hati, menasehati, dan menyeru kaumnya. Maka kaumnya berkata, “ Jika engkau bisa mengeluarkan seekor onta betina untuk kami dari batu besar dan keras ini, seekor onta dengan sifat-sifat demikian…..demikian…..” lalu kaum Nabi Sholih menyebutkan sifat-sifat dan tanda-tanda yang mereka inginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Maka berkatalah Nabi Sholih kepada mereka, “ Bagaimana menurut pendapat kalian itu, apakah kalian akan beriman dengan apa yang aku telah datang kepada kalian dan membenarkan apa yang dengannya aku diutus?” Maka mereka menjawab “Ya”&lt;br /&gt;Maka Nabi Sholih mengambil dan memegang janji mereka. Setelah itu Nabi Sholih pergi ke tempat sholatnya lalu ia mengerjakan sholat. Setelah itu beliau berdoa kepada Rabbnya agar mengabulkan permintaan kaumnya. Allah perintahkan kepada bat besar dan keras tersebut agar mengeluarkan seekor onta betina yang besar sesuai dengan keinginan kaum Nabi Sholih tersebut.&lt;br /&gt;Setelah onta betina itu muncul, mereka menyaksikan pemandangan yang luar biasa. Juga bukti yang sangat jelas. Akhirnya banyak diantara mereka yang beriman. Tetapi yang tidak beriman lebih banyak lagi. Mereka tetap dalam kekafiran, kesesatan, dan keingkaran mereka.&lt;br /&gt;Nabi Sholih berkata, “Ini adalah onta Allah yang tidak sama dengan onta-onta yang lain. Dalam bentuk, keutamaan, serta manfaatnya bagi kalian. Onta ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah akan kejujuranku, dan luasnya rahmat Rabb kalian. Maka biarlah ia makan di bumi Allah. Allah lah yang akan memberi rizkinya. Dan kalian dapat memanfaatkannya. Kalian bisa mengambil air bergantian dengan onta ini setiap satu hari. Dan kalian juga boleh memerah susunya dan memenuhi bejana kalian” maka hal ini terus berlanjut sampai waktu yang dikehendaki Allah.&lt;br /&gt;Demikianlah Nabi Sholih mengimgatkan agar kaumnya tidak mengganggu onta itu. Karena jika mereka melanggarnya Allah akan timpakan adzab yang pedih.&lt;br /&gt;Pada saat itu di kota mereka ada 9 tokoh yang menjadi syaithon di tengah kaumnya. Mereka selalu menentang keras apa yang dibawa Nabi Sholih. Mereka halangi manusia dari jalan Allah. Mereka juga berbuat kerusakan di muka bumi. Nabi Sholih telah engingatkan mereka agar jangan menyembelih onta tersebut. Namun 9 tokoh itu bermusyawarah untuk menyembelih onta itu.&lt;br /&gt;Bangkitlah salah seorang yang paling celaka dalam kabilah mereka. Mereka mengirimnya untuk menangkap dan menyembelih onta Nabi Sholih. Semua mendukung dan memberi semangat. Onta itu akhirnya disembelih!&lt;br /&gt;Ketika Nabi Sholih melihat hal itu tahulah beliau bahwa adab pasti akan datang. Karena kejahatan mereka telah mencapai puncaknya. Tidak ada harapan untuk diperbaiki lagi. Berkatalah Nabi Sholih, “Bersenang-senanglah kalian di rumah kalian selama tiga hari. Hal itu adalah janji yang tak dapat didustakan.&lt;br /&gt;Selama tiga hari, 9 tokoh jahat tadi bersepakat untuk membunuh Nabi Sholih. Mereka pun berjanji dan bersumpah akan menjaga rahasia tersebut agar tidak diketahui oleh kerabat Nabi Sholih karena kerabat Nabi Sholih adalah orang yang terpandang dan mulia di negeri itu. Mereka berkata,”Sungguh kami benar-benar akan menyerang dia dan keluarganya di malam hari dengan tiba-tiba. Kemudian jika keluarganya mengira kita yang membunuhnya kita bersumpah di hadapan mereka ,’kami tidak menyaksikan kematian keluarganya itu (Nabi Sholih) dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”&lt;br /&gt;Mereka segera melaksanakan makar yang besar ini. Tetapi Allah mmbalas maker tersebut untuk menolong Nabi Sholih. Maka ketika mereka bersembunyi di balik gunung untuk menyergap Nabi Sholih, maka Allah mulai mengadzb mereka. Maa mereka menjadi orang pertama yang masuk neraka jahannam di antara kaumnya.&lt;br /&gt;Allah menimpakan batu besar kapada mereka dari atas gunung. Matilah mereka dengan cara yang mengerikan.&lt;br /&gt;Kemudian setelah berlalu tiga hari semenjak peristiwa ini, datanglah sebuah teriakan yang menggelegar dari atas mereka dan gempa yang dahsyat dari bawah mereka. Akhirnya matilah mereka semua. Dan Allah menyelamatkan Nabi Sholih serta orang-orang beriman yang bersama beliau.&lt;br /&gt;Nabi Sholih pun meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian risalah Robbku. Dan aku telah menasehati kalian. Akan tetapi kalian tidak meyukai orang-orang yang memberi nasehat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Al Majmu’atul kamilah lilmuallafat juz 8, karya syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’dy hal. 340-341, Qoshoshul Anbiya’ Ibnu Katsir hal 82)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3609052828128123095-3998264545128614584?l=maspermana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/3998264545128614584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/11/onta-nabi-sholih-alaihissalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/3998264545128614584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/3998264545128614584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/11/onta-nabi-sholih-alaihissalam.html' title='ONTA NABI SHOLIH ‘ALAIHISSALAM'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095.post-7423203793306144919</id><published>2009-05-29T03:21:00.000-07:00</published><updated>2011-01-14T16:52:04.015-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IBROH'/><title type='text'>FAIDAH KISAH PEMBUNUH 100 NYAWA</title><content type='html'>&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;"Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kalian yang telah membunuh 99 nyawa. Dia bertanya tentang orang yang paling berilmu di atas permukaan bumi. Lalu ditunjukkanlah seorang rahib (ahli ibadah). Kemudian ia pun datang kepada sang rahib seraya mengatakan bahwa dirinya telah membunuh 99 nyawa. Apakah masih ada taubat baginya? "tidak ada!!", tukas si rahib. Maka orang itu membunuh si rahib dan menyempurnakan (bilangan 99) dengan membunuh si rahib menjadi 100 nyawa. Kemudian ia bertanya lagi tentang orang yang paling berilmu di atas pemukaan bumi. Lalu ditunjukkan seorang yang berilmu (ulama’) seraya menyatakan bahwa dirinya telah membunuh 100 nyawa, apakah masih ada taubat baginya. Orang yang berilmu itu menyatakan bahwa siapakah yang menghalangi antara dirinya dengan taubat? "Berangkatlah engkau ke negeri demikian dan demikian, karena disana ada sekelompok manusia yang menyembah Allah -Ta’ala- . Maka sembahlah Allah bersama mereka, dan janganlah engkau kembali kembali ke kampungmu, karena ia adalah kampung yang jelek", kata orang yang beilmu itu. Orang itu pun berangkat sampai di tengah perjalanan, ia di datangi oleh kematian. Maka para malaikat rahmat, dan malaikat adzab (siksa) pun bertengkar tentang orang itu. Malaikat rahmat berkata, "Dia (bekas pembunuh) ini telah datang dalam keadaan bertaubat lagi menghadapkan hatinya kepada Allah -Ta’ala-". Malaikat adzab berkata, "Orang ini sama sekali belum mengamalkan suatu kebaikan". Lalu mereka (para malaikat itu) pun didatangi oleh seorang malaikat dalam bentuk seorang manusia. Mereka (para malaikat) pun menjadikannya sebagai hakim. Malaikat (yang menjadi hakim) berkata, "Ukurlah antara dua tempat itu; kemana saja laki-laki lebih itu dekat, maka berarti ia kesitu". Mereka mengukurnya; ternyata laki-laki itu lebih dekat ke negeri yang ia inginkan. Akhirnya malaikat rahmat menggenggam (ruh)nya". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Al-Anbiyaa’, bab: Am Hasibta anna Ashhaba Kahfi war Roqim (3283), Muslim dalam Kitab At-Taubah, bab: Qobul Taubah Al-Qotil Wa in Katsuro qotluh (2766), Ibnu Majah dalam Kitab Ad-Diyat, bab: Hal li Qotil Al-Mu’min Taubah (2622)]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;Di dalam hadits ini terdapat bimbingan bagi kita agar seorang ketika ingin bertaubat, maka hendaknya ia meninggalkan kampung halamannya yang penuh dengan maksiat atau kekafiran, karena dikhawatirkan ia akan kembali kepada kebiasaannya berupa maksiat atau kekafiran yang pernah ia lakukan dahulu sebelum taubat. Selain itu, teman juga punya pengaruh besar dalam mengembalikan seseorang ke lembah maksiat. Berapa banyak manusia yang dahulu mau bertaubat, bahkan sudah bertaubat dari kebiasaannya, seperti zina, khomer, dan lainnya. Namun beberapa saat kemudian ia kembali lagi kepada kebiasaannya yang buruk tersebut. Oleh karena itu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ, فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang itu berada di atas jalan hidup (kebiasaan) temannya. Lantaran itu, hendaknya seseorang diantara kalian memeperhatikan orang yang ia temani". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4833), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2378). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (927)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hamid-rahimahullah- berkata, "Menemani orang yang bersemangat akan membangkitkan semangat. Menemani orang yang zuhud akan membuat kita zuhud terhadap dunia, karena tabiat manusia tercipta untuk selalu menyerupai dan meneladani orang". [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy bi Syarh Jami’ At-Tirmidziy (7/42), cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seorang yang mau bertaubat, atau sudah bertaubat, namun ia masih tetap bergaul dan bersahabat dengan teman-teman lamanya dari kalangan ahli maksiat, maka yakin bahwa orang itu tak bisa bertaubat dengan benar. Kalaupun ia bisa bertaubat, maka taubatnya tak akan nashuha (murni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Abul Fadhl Ibnu Hajar Al-Asqolaniy-rahimahullah- berkata ketika mengomentari hadits pembunuh 100 nyawa di atas, "Di dalam hadits ini terdapat keutamaan berpindah dari kampung yang ia bermaksiat di dalamnya, karena sesuai dengan pengalaman, orang seperti ini akan terkalahkan (terpengaruh), entah karena ia teringat dengan perbuatan-perbuatannya yang lalu sebelum ia taubat, dan terpengaruh dengannya, atau entah karena ada orang yang menolongnya kepada maksiat, dan mendorongnya kepada hal itu. Oleh karena ini, pada akhir hadits beliau bersabda, "…dan janganlah engkau kembali ke kampungmu, karena ia adalah kampung yang jelek". Jadi, di dalamnya terdapat isyarat bahwa seorang yang mau bertaubat seyogyanya meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lamanya yang telah biasa ia lakukan dahulu di masa ia bermaksiat, dan berpindah darinya seluruhnya". [Lihat Fathul Bari Syarh Shohih Al-Bukhoriy (6/517), cet. Darul Ma’rifah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;Inilah jalan bagi orang yang mau bertaubat. Seorang yang mau taubat nasuha, ia harus meninggalkan maksiat, menyesali maksiatnya, dan bertekad kuat untuk tidak kembali lagi kepadanya. Jika berkaitan dengan hak manusia, maka ia kembalikan, dan meminta maaf kepadanya. [Lihat Riyadhus Sholihinmin Kalam Sayyid Al-Mursalin (hal. 17), karya An-Nawawiy -rahimahullah-]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilaliy -hafizhahullah- berkata saat memetik beberapa buah faedah hadits di atas, "(Di dalam hadits ini terkandung beberapa faedah, di antaranya,) disyari’atkan berpindah dari kampung yang ia bermaksiat kepada Allah di dalamnya menuju kepada negeri yang Allah tidak dimaksiati di dalamnya, atau penduduknya lebih sedikit kejelekannya dibandingkan yang pertama. Seyogyanya bagi orang yang bertaubat agar ia meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang ia biasa kerjakan di masa ia senang bermaksiat, dan berubah, serta menyibukkan diri dengan selainnya. Menemani orang yang berilmu agama, bertaqwa, dan sholeh akan sangat membantu untuk taat kepada Allah, dan mengekang setan. Bersabarnya seseorang dalam usaha mencari orang-orang yang sholeh merupakan dalil (tanda) yang menunjukkan tentang benarnya kemauan seseorang dalam bertaubat kepada Allah". [Lihat Bahjah An-Nazhirin (1/62), cet. Dar Ibnul Jauziy, 1422 H]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seseorang yang jujur taubatnya akan nampak pada dirinya tanda-tanda perubahan, dan usaha untuk berubah. Oleh karena itu, seorang tak mungkin akan dikatakan jujur bertaubat, jika ia masih dalam kebiasaannya bermaksiat, dan tidak ada usaha pada dirinya untuk meninggalkan teman-temannya lamanya yang menjerumuskan dirinya dalam lembah maksiat. Seorang tak cukup hanya mengucapkan, "Astaghfirullah" (Aku memohon ampunan dosa kepada), lalu tak ada perubahan pada dirinya untuk baik, dan tak mau meninggalkan teman-teman lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kami nasihatkan dengan firman Allah -Ta’ala- ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (QS. An-Nuur: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif;"&gt;Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 81 Tahun II.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3609052828128123095-7423203793306144919?l=maspermana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/7423203793306144919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/05/faidahkisah-pembunuh-100-nyawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/7423203793306144919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/7423203793306144919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/05/faidahkisah-pembunuh-100-nyawa.html' title='FAIDAH KISAH PEMBUNUH 100 NYAWA'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095.post-1207641049905695079</id><published>2009-05-26T23:39:00.000-07:00</published><updated>2011-01-14T16:52:47.393-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><title type='text'>Biografi Al Imam Fudhail bin Iyadh Rohimahulloh: Taubatnya Seorang Penyamun</title><content type='html'>&lt;span class="print-normal"&gt;Beliau dilahirkan di Samarqand dan dibesarkan di Abi Warda, suatu tempat di daerah Khurasan.&lt;br /&gt;Tidak ada riwayat yang jelas tentang kapan beliau dilahirkan, hanya saja beliau pernah menyatakan usianya waktu itu telah mencapai 80 tahun, dan tidak ada gambaran yang pasti tentang permulaan kehidupan beliau.&lt;br /&gt;Sebagian riwayat ada yang menyebutkan bahwa dulunya beliau adalah seorang penyamun, kemudian Allah memberikan petunjuk kepada beliau dengan sebab mendengar sebuah ayat dari Kitabullah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="print-normal"&gt;Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa, beliau berkata: “Adalah Al-Fudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita, maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut, tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَماَ نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُوْنُوا كَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتاَبَ مِنْ قَبْلُ فَطاَلَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَكَثِيْرٌ مِنْهُمْ فاَسِقُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (Al Hadid: 16)&lt;br /&gt;Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat).” Maka beliaupun kembali, dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan, tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus,” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi, karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku, dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.”&lt;br /&gt;Sungguh beliau telah menghabiskan satu masa di Kufah, lalu mencatat ilmu dari ulama di negeri itu, seperti Manshur, Al-A’masy, ‘Atha’ bin As-Saaib serta Shafwan bin Salim dan juga dari ulama-ulama lainnya. Kemudian beliau menetap di Makkah. Dan adalah beliau memberi makan dirinya dan keluarganya dari hasil mengurus air di Makkah. Waktu itu beliau memiliki seekor unta yang beliau gunakan untuk mengangkut air dan menjual air tersebut guna memenuhi kebutuhan makanan beliau dan keluarganya.&lt;br /&gt;Beliau tidak mau menerima pemberian-pemberian dan juga hadiah-hadiah dari para raja dan pejabat lainnya, namun beliau pernah menerima pemberian dari Abdullah bin Al-Mubarak.&lt;br /&gt;Dan sebab dari penolakan beliau terhadap pemberian-pemberian para raja diduga karena keraguan beliau terhadap kehalalannya, sedang beliau sangat antusias agar tidak sampai memasuki perut beliau kecuali sesuatu yang halal.&lt;br /&gt;Beliau wafat di Makkah pada bulan Muharram tahun 187 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="print-normal"&gt;http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=242&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3609052828128123095-1207641049905695079?l=maspermana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/1207641049905695079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/05/biografi-al-imam-fudhail-bin-iyadh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/1207641049905695079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/1207641049905695079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/05/biografi-al-imam-fudhail-bin-iyadh.html' title='Biografi Al Imam Fudhail bin Iyadh Rohimahulloh: Taubatnya Seorang Penyamun'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3609052828128123095.post-2347250627909617573</id><published>2009-05-26T23:01:00.000-07:00</published><updated>2011-01-14T16:53:29.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehidupan'/><title type='text'>Pelajaran Dari Seorang Penyabar</title><content type='html'>Malam ini terasa hening. Sunyi dari suara2 lalu lalang orang yang biasa bekerja di siang hari. tak tampak deruman sepeda motor melenggang kecuali beberapa saja yang dapat dihitung dengan jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku ingin tidur tapi akalku menolaknya. Dia masih ingin melakukan sesuatu,ya..menulis,menulis apa saja yang disukai. Kali ini tanganku kupaksa menorehkan tinta untuk bercerita tentang sebuah pengalaman berharga dari kehidupan seorang anak yang penyabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dia terlahir dengan tubuh yang tidak sempurna. Pertumbuhannya lambat sehingga sesuatu sewaktu beranjak dewasatubuhnya tetap kecil. Karena peristiwa yang tak diinginkan olehnya,kata ibuku sih,dia terjatuh waktu masih dalam kandungan ibunya,dia menjadi setengah bungkuk dan tidak bisa berlari. sungguh sedih aku memperhatikan kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu ujian yang dia dapati,sewaktu masih kanak2,orangtuanya bercerai. Masing2 dari mereka,kata ibuku,menikah lagi dengan orang lain. Kemudian anak itu diasuh oleh salah satu orangtuanya. Lalu,orangtua yang mengasuhnya menitipkan anak tersebut di sebuah pondok pesantren kecil,dimana lokasinya dekat dengan dengan rumahku di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,itulah tetanggaku. Aku biasa mendengar dia melantunkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sholawat&lt;/span&gt; (walaupun yang disampaikannya bid'ah,karena tidak ada yang memberitahunya) setelah adzan berkumandang menunggu orang2 untuk bersegera menyambut panggilan sholat yang telah datang. Tidak tampak ada raut kecewa di mukanya,atau air mata yang membasahi pipinya. Walaupun teman2 sesama santri pondok sering mengejeknya. Ejekannya itupun sangat menyakitkan hati. tapi,sungguh mengherankan, setiap kali dia diejek oleh sesama temannya,dia balas dengan senyuman,,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanalloh &lt;/span&gt;adakah yang lebih sabar dari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merupakan santri paling rajin di pondok. Selalu mengikuti kajian yang diajari oleh kyai di situ. Sering menyendiri,makan dan minum seadanya,bajupun terbilang sederhana. Kalau para santri pondok bermain sepakbola,bolavoli atu permainan fisik lain,dia hanya bisa jadi penonton. Tubuhnya tidak cukup kuat untuk bermain seperti itu. Tetapi dia bahagia atas apa yang telah diberikan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Alloh&lt;/span&gt; kepadanya. Tidak pernah ada kata keluhan keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku melihat sifat2 mulia pada anak ini. Besar hati,murah senyum,penyabar,taat kepada &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Alloh&lt;/span&gt;, dan tidak emosional. Merasa cukup dengan apa yang ditentukan baginya,dan tidak pernah mengeluh yang keluar dari ucapan2 anak itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'courier new';"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family: 'lucida grande';"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Terlahir dengan tak sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobaan hidup begitu membahana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Picingan mata menambah bebannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak kulihat dia merana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman tetap disandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hidup meradang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban berat dia terjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabarannya tak pernah renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian datang menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hadapi dengan hati lapang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak ibunya pisah ranjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikitpun terlihat berang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan sifat mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seorang anak desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pelajaran berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi insan yang mengambil hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3609052828128123095-2347250627909617573?l=maspermana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://maspermana.blogspot.com/feeds/2347250627909617573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/05/pelajaran-dari-seorang-penyabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/2347250627909617573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3609052828128123095/posts/default/2347250627909617573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://maspermana.blogspot.com/2009/05/pelajaran-dari-seorang-penyabar.html' title='Pelajaran Dari Seorang Penyabar'/><author><name>MasPermana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16573956678873653925</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_robEASgUhxc/ShO0w1ZR7nI/AAAAAAAAAAM/t3H3oKFbLcY/S220/awan-cumulus.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
